Rabu, 27 Mei 2020

Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Dandim 0804/Magetan Ajak Masyarakat Berperilaku Sehat dan Disiplin



Magetan. Pemerintah Kabupaten Magetan bersama jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Magetan, OPD terkait dan Camat, serta tim Gugus Tugas Covid-19, mengelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Magetan dan menghadapi era New Normal di Ruang Rapat Ki Mageti Kantor Bupati Magetan. Rabu(27/5/2020)

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia akan memasuki tatanan kehidupan baru (new normal).
" New Normal" yaitu perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Dalam rapat tersebut membahas beberapa hal diantaranya koordinasi pelaksanaan buka giling pabrik gula Purwodadie dan Rejosari, yang akan melakukan tebang tebu dimulai tanggal 2 Juni 2020 dan awal giling mulai tanggal 6 Juni 2020, Terkait pelayanan umum/perizinan, teknis pelayanan di desain sedemikian rupa sehingga tetap menerapkan Protokol kesehatan, Pasar hewan dibuka kembali sesuai ketentuan dan protokol kesehatan,  Untuk lingkungan perkantoran bagi karyawan yang lebih riskan/beresiko tinggi lebih baik bekerja dari rumah, Evaluasi penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Covid 19 di Magetan.

Sementara itu penerapan 5 normal baru untuk menghentikan penularan virus yaitu mengajak untuk menggunakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak aman, penerapan Sosial Distancing dan Physical Distancing dalam beraktivitas, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun secara disiplin, meningkatkan kebersihan di rumah dan di kantor, membatasi perjalanan yang tidak penting.

Dalam sambutannya Dandim 0804/Magetan  berharap di kehidupan New Normal ini masyarakat bisa bekerja sama dan disiplin tinggi melawan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Magetan. “Mari kita bersama-sama melawan pandemi covid-19 ini  dengan membisakan diri berperilaku sehat dan disiplin" tegasnya. (pen/0804)

Siapkan Kampung Tangguh Covid-19 Forkopimca Maospati Gelar Rapat Koordinasi



Magetan. Pandemi virus corona atau Covid-19 yang menyerang segala lini kehidupan masyarakat, membuat Pemerintah Kecamatan Maospati segera membangun Kampung Tangguh Covid-19 dan ini juga merupakan instruksi dan menindaklanjuti perintah dari Pemkab  Magetan.

Diketahui, dalam rangka rapat persiapan Kampung Tangguh Bencana Covid-19 Kecamatan Maospati dihadiri Camat Maospati Drs. Cun Ikhwan Hidayat, Sekcam Bapak Fiesco, Komandan Koramil 0804/06 Maospati Kapten Inf Suryo Margono beserta Babinsa Desa Sempol, Kapolsek Maospati beserta Babinkamtibmas serta Kepala Desa Sempol H. Edy Riyanto. Rabu (26/05/2020)

Dalam rapat koordinasi tersebut diterangkan oleh Camat Maospati bahwa pembahasan persiapan pembentukan Kampung Tangguh Bencana Covid-19 ini adalah merupakan hasil arahan dan petunjuk Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V/Brawijaya. Pembentukan Kampung Tangguh ini, diharuskan oleh kabupaten/kota di Jawa Timur yang berada dalam zona merah.

Secara umum disampaikan oleh camat Maospati bahwa Kampung Tangguh Covid-19 itu, nantinya akan membantu, melayani dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, hingga ketanggapan upaya-upaya untuk menangkal potensi sebaran Covid-19.

“Di kecamatan Maospati sampai sekarang ada 3 desa zona merah, di Desa Sempol, Desa Tanjung Sepreh dan kelurahan Maospati dan sementara kita akan tetap membuat pilot project di Desa Sempol sebagai Kampung Tangguh. Namanya Kampung Tangguh, berarti mampu mengatasi terhadap Covid-19,” jelas Drs Cun Ikhwan Hidayat. (R.06)

Selasa, 26 Mei 2020

Danramil 0804/03 Panekan Ajak Warga Siap Hadapi New Normal



Magetan. Covid 19 atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah virus Corona , hingga saat ini belum diketemukan vaksin atau obat pencegahannya. Virus ini mulai menjadi bahan pembicaraan umum diperkirakan pada awal  pertengahan bulan Pebruari lalu , dimana warga masyarakat harus merubah sikap , perilaku untuk banyak tinggal dirumah dan  memakai masker.

Berbagai sektorpun  terdampak akibat munculnya wabah ini, utamanya pengaruh di bidang Ekonomi dan Perdagangan. Korban terdampakpun sudah cukup banyak di wilayah kota yang tergolong kecil seperti   Magetan.

Menyikapi perkembangan akan bahaya  wabah virus yang belum banyak disadari oleh warga masyarakat pedesaan, Danramil 0804/03 Paneka Kapten Inf Kuncoro Subekti mengambil kesempatan  di acara Rakorcam ini ,  untuk berikan Sosialisasi terkait Covid 19.

Dihadapan unsur Kakel / Kades dan Ka OPD se Kec. Panekan , Kapten Inf Kuncoro memberikan arahan , bahwa berakhirnya virus ini sampai kapan ? Kita tidak mengetahuinya. Perakiraan sebelumnya, bulan Mei adalah puncak penyebaran virus dan kehidupan akan normal kembali, namun   prakiraan itu ternyata tidak tepat dan yang terinfeksi covid masih saja ada dan bertambah banyak, “ucap Danramil Panekan”.

Lantas langkah apa yang harus  dilakukan dalam menghadapi wabah pandemi ini.. ? Kita akan memasuki era New Normal atau kehidupan baru dalam bermasyarakat.  Ini dilakukan, karena kita belum mengetahui sampai kapan virus ini akan hilang , dan berharap agar warga masyarakat nantinya sudah terbiasa denga perilaku yang sekarang ini sudah diterapkan dan dijalaninya, “tegas Danramil”.

Seperti memakai masker setiap keluar rumah , rajin mencuci tangan selesai kegiatan apapun dan selalu menjaga jara, ini contohnya dalam New Normal. Pada intinya kita harus tetap  berdisiplin dan mematuhi  himbauan serta Protokoler kesehatan yang disampaikan oleh Pemerintah.

Sebelum mengakhiri sambutannya , Danramil 0804/03 Panekan juga berpesan , agar Pengarahan dari Forkopimca ini diteruskan sampai ketingkat RT-RW agar seluruh warga Desa memahami akan dampak wabah virus corona ini, serta siap memasuki kehidupan baru dalam bermasyarakat dan bertetangga.(R.03)

Dandim 0804/Magetan Hadiri Rapat Koordinasi Ijin Operasional Giling PTPN XI PG Poerwodadie dan PG Redjosarie



Magetan. Semakin dekatnya  masa giling diitengah pandemi covid-19, PTPN XI PG Poerwodadie dan PG Redjosarie mengelar rapat koordinasi bersama Forkopimda Magetan, terkait  Ijin Operasional Giling Pabrik Gula Purwodadie dan Rejosari Tahun 2020.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Magetan Suprawoto, dihadiri oleh Wakil Bupati Magetan, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Ketua DPRD Magetan, Dandim 0804/Magetan,Kapolres Magetan dan General Manager PTPN XI PG Poerwodadie dan PG Redjosarie, serta Kepala OPD terkait, rapat berlangsung di Ruang jamuan rumah dinas Bupati Magetan. Selasa(26/5/2020)

Rapat  membahas tentang operasional giling dan mobilisasi aktivitas tenaga kerja ditengah pandemi Covid-19. Rencana tebang dan penerimaan tebu di PG Poerwodadie akan dilaksanakan pada 2 Juni 2020, sedangkan awal giling pada 5 Juni 2020, lama giling 100 hari. PG Redjosarie rencana tebang dan penerimaan tebu pada 2 Juni 2020, awal giling pada 6 Juni 2020, lama giling 98 hari. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan menyangkut tenaga kerja. Sementara untuk kegiatan ceremonial ditiadakan, tapi tidak melupakan unsur budaya dan spiritual. Ritual penyembelihan kerbau untuk kaum duafa dan anak yatim, donasi tsb akan langsung diberikan ke panti asuhan.

Pada musim giling kali ini akan melibatkan 6100 tenaga kerja (penebang). Tenaga kerja luar daerah dan tenaga kerja dari dalam pabrik keseluruhan kurang lebih 7200 personil. Menurut pihak pabrik protokol kesehatan juga sudah dipersiapkan di beberapa titik lokasi. Namun pihak pabrik juga meminta support dari Dinas Kesehatan untuk pengecekan kesehatan seluruh tenaga kerja pada saat proses giling. .

Bupati Suprawoto menanggapi laporan yang dipaparkan pihak General Manager PTPN XI PG Poerwodadie dan PG Redjosarie, bupati meminta agar mengutamakan tenaga kerja dari wilayah Magetan dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan selama aktivitas giling baik dipabrik maupun aktivitas tebang di kebun. Untuk  prosedur pencegahan Covid-19, perlu dilakukan diantaranya dengan screening saat memasuki wilayah kerja, pengukuran suhu badan, wajib menggunakan masker, hindari kerumunan, hingga sering mencuci tangan. (Pen/0804)