Kamis, 21 April 2016

Kisah di balik kasus Dandim Lamongan bunuh ajudan sendiri



Kisah di balik kasus Dandim Lamongan bunuh ajudan sendiri

Almarhum Kopka Andi luka dan lebam
Warta Kediri.com - Pada pertengahan Oktober 2014, seorang anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kopral Kepala (Kopka) Andi Pria Dwi Harsono, dilaporkan meninggal dunia tergantung di kantor unit Intel dalam keadaan sekujur tubuh luka dan memar dikantor unit intel Kodim 0812 Lamongan..

Dalam kehidupan Almarhum menurut kesaksian para temen dan seniornya bahwa Almarhum Andi Adalah Prajurit yang jujur, disipin dan punya Loyalitas tinggi dan selalu berpenampilan rapi, oleh sebab itulah Kopka Andi diminta menjadi ajudan komandan menurut cerita seniornya, kalau ada tuduhan mencabuli anak dibawah umur saya tidak akan percaya, tandas senior yang tidak mau disebut namanya.

Kodim Lamongan memberikan laporan bahwa Kopka Andi bunuh diri akibat malu setelah kedapatan melakukan pelecehan seksual terhadap anak dari komandannya sendiri, Letkol Ade Rizal Muharram. Kopka Andi selama itu merupakan ajudan dari Letkol Ade Rizal. Tanpa adanya visum ajudan tersebut disiksa oleh orang lain di kantor Kodim 0812 lamongan hingga meninggal dunia, dalam keadaan masih hidup digantung sehingga mengakibatkan meninggal dunia. Menurut keterangan hasil otobsi dan kesaksian ahli 3 dokter forensic RSU dokter sutomo.

Namun belakangan keluarga Kopka Andi menduga kematian kerabatnya itu tak wajar. Hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya di Surabaya, Jawa Timur.

Belakangan terkuak dugaan penyebab kematian Kopka Andi bukan bunuh diri, melainkan karena dianiaya teman dan komandannya sendiri. Bagaimana kisahnya? Berikut ini cerita dibalik kasus Dandim Lamongan diduga bunuh Kopka Andi yang tak lain ajudannya sendiri:(Ika)
Kopka Andi meninggal dalam keadaan tergantung dalam posisi tangan di borgol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar