Senin, 25 April 2016

Sidang Pembunuhan Anggota TNI Diduga Cabuli Anak Mantan Dandim Segera Digelar, Ini Tuntutan Keluarga



Laporan Wartawan Surya, Didik Mashudi

WARTA KEDIRI.COM, KEDIRI - Ika Sepdina berharap persidangan kasus kematian Kopka Andi Priya Dwi Harsono di Pengadilan Militer Madiun berlangsung transparan.
"Harapan kami pelaku utama atau tokoh intelektual yang menyebabkan kematian suami saya dihukum yang setimpal," ungkap Ika Sepdina kepada suryamalang.com, Minggu (10/4/2016).
Selain itu, Ika berharap para penegak hukum di TNI bersikap tegas.
Karena seluruh masyarakat tentunya ingin menyaksikan dan membuktikan bahwa hukuman pelaku kejahatan tidak memandang pangkat dan jabatan.
Setelah kematian suaminya, Ika Sepdina harus mengasuh dan membesarkan putri semata wayangnya yang kini belajar di taman kanak-kanak.
Saat ini tujuh terdakwa kasus kematian Kopka Andi tengah disidangkan di Pengadilan Militer Madiun. Satu  terdakwa berpangkat perwira dan lima terdakwa berpangkat bintara.
Kopka Andi ditemukan tewas tergantung di satu ruangan unit intel Makodim 0812 Lamongan. Almarhum dituding telah mencabuli putri mantan Dandim Lamongan, sesuai hasil visum dokter tidak ada hasil terjadinya tindak pencabulan tersebut, saat oditur menghadirkan saksi ahli dalam persidangan, dokter yang melakukan visum mengatakan tidak terjadi trauma mauapun tanda bekas penncabulan
.
Namun penyebab kematian janggal. Kalau memang Kopka Andi mati gantung diri, seharusnya ada sperma dan kotoran di celana dalamnya, tapi hal tersebut tidak ditemukan.
Selain itu ditemukan banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Untuk membuktikan penyebab kematiannya, makam Kopka Andi dibongkar untuk diautopsi tim medis.
kOPKA aNDI TEWAS TERGANTUNG DI RUANG UNIT INTEK DIM 0812 lAMONGAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar