Selasa, 19 April 2016

Sidang Perkara Misteri Kematian Ajudan Dandim Lamongan kembali Digelar

Kopka Andi PDH
meninggal karena digantung orang tak dikenal
Sidang Perkara Misteri Kematian Ajudan Dandim Lamongan kembali Digelar

Warta Kediri.com  Madiun 13 April 2016 : Sidang perkara meninggalnya Ajudan Dandim 0812/Lamongan, Kopral Kepala (Kopka) Andi Pria Dwi Harsono, kembali digelar di Pengadilan Militer III/13 Madiun, Rabu(13/4/2016). Agenda sidang yakni pemeriksaan saksi, melanjutkan agenda sidang sebelumnya, yang digelar Senin (4/4/2016).

Saksi yang dihadirkan oditur Dilmil III/13 kali ini, yakni 10 orang, baik dari anggota Babinsa Koramil, PNS Kodim 0812/Lamongan maupun seorang dokter spesialis. Saksi pertama menghadirkan dokter spesialis, selanjutnya PNS operator komputer di Kodim Lamongan dilanjutkan lima orang anggota babinsa koramil dan tiga anggota kodim lainnya.

Berdasarakan pengakuan, seorang dari lima saksi dari anggota Babinsadihadapan Majelis Hakim Dilmil III/13 Madiun, Oditur dan Penasehat Hukum terdakwa, Serma Joko Widodo, dan terdakwa dua Sertu M Hamzah, Serma Hadi Ismanto mengaku melihat Komandan Kodim (Dandim), memukul Kopka Andi menggunakan lintingan koran dan selang warna hijau sampai hancur, berkali-kali di bagian punggung, dada, dan leher korban.

Penyebab kematian dari hasil otobsi, terdapat luka dikepala sehingga darah bergumpal di otak, pukulan di dada sehingga tulang iga sebayak 3 tulang retak, pukulan dileher menyebababkan ,urat leher putus sehingga ada penyumbatan di pernafasan, inilah penyebab kematian dari almarhum Kopka andi sehingga almarhum meninggal dunia, bukan meninggal gantung diri seperti yang dilaporkan Dandim. Tandas dokter yang diceritakan oleh keluarga korban sesuai hasil otobsi.

"Saya melihat komandan memukul almarhum Kopka Andi , berkali-kali, lebih dari 10 kali,"Ungkap Serma Hadi, Rabu(13/4/2016).

Selain itu, saksi lain, Serma Hartono mengaku melihat Komandan Kodim membawa rekaman putrinya GA(4,5) yang diduga sebagai korban pelecehan seksual terhadap Kopka Andi, sampai saat ini rekaman pengakuan Almarhum tidak ditemukan dan tidak ada bukti rekaman pengakuan almarhum tersebut. Sementara itu, Serka Hari Santoso menyatakan, pernah mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Dandim kepada Kopka Andi.

"Yang saya dengar itu kalimatnya begini, "Bagaimana kalau terjadi dengan anakmu,"kata Serka Hari.

Sementara itu, Oditur Militer III/13 Madiun, Letkol Laut Ediyanto Kusumo meminta saksi memberikan keterangan yang benar. Hal ini menindaklanjuti pernyataan lima saksi anggota babinsa terkait rekaman putri dandim yang dibawa dandim ke Kopka Andi.

"Bagiamana bisa kalian menyimpulkan dandim membawa rekaman pengakuan putrinya, kalau kalian saja tidak mengetahui isi rekaman itu. Jangan-jangan ini omong kosong,"Tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Oktober 2014 lalu, jenazah Kopka Andi ditemukan oleh petugas piket Unit Kodim 0812/Lamongan, Sertu M Hamzah. Saat ditemukan di ruang penyidik, Kopka Andi meninggal tergantung dengan menggunakan sarung dalam keadaan tangan diborgol, oditur menayakan kepada sakasi apakah bisa tangan dalam kjeadaan di borgol bisa mengantung dirinya, jawab saksi tidak bisa , (Wulan)
Almarhum Kopka andi meninggal setelah disiksa di kantor unit intel dim 0812 lamongan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar