Jumat, 01 Desember 2017

Babinsa Desa Kalangketi Sertu Basuki W Hadiri Sosialisasi Pusat Informasi Konseling (PIK-KRR) Bagi Remaja Di Desa Kalangketi kec sukomoro Kab Magetan



Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) adalah suatu      wadah kegiatan bagi remaja yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta kegiatan – kegiatan penunjang lainnya. Sikap ingin tahu dari seorang remaja, tentang pengetahuan mengenai masalah kesehatan reproduksi remaja kadang terabaikan    dari pengawasan dan lepas pendampingan dari para orang tua.  Bahkan seringkali hal tersebut justru malah menjerumuskan remaja pada efek negatif dari pencaharian jawaban yang salah atas persoalan - persoalan remaja. Setiap remaja sangat    perlu
memiliki ketahanan lebih, khususnya selain pondasi agama yang kokoh, mental dan kepribadian yang kuat, juga mempunyai pengetahuan kesehatan reproduksi yang memadai.
Sementara itu sejalan dengan kesehatan reproduksi remaja adalah pentingnya upaya pendewasaan usia pernikahan adalah sebagai upaya untuk meningkatkan usia seseorang untuk melaksanakan pernikahan pertama sehingga yang
bersangkutan mencapai usia minimal yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) bukan hanya sekedar menunda sampai usia tertentu saja, melainkan juga mengusahakan dan mengatur agar kehamilan pertama terjadi pada usia yang cukup dewasa. Pendewasaan usia perkawinan adalah bagian dari program Keluarga Berencana Nasional. Program ini akan memberikan dampak pada peningkatan pendewasaan usia pernikahan (kawin) pertama yang pada gilirannya akan dapat menurunkan angka Total fertility Rate (TFR).

Dalam kaitannya dengan kedua hal tersebut diatas, sebagai Lembaga / Instansi Pemerintah yang mempunyai bidang tugas pokok yaitu memberdayakan perempuan dan keluarga berencana, oleh karenanya guna lebih mengoptimalkan tugas, fungsi dan tanggung-jawab yang diembannya Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi   Jawa Timur melalui Bidang Keluarga Berencana sengaja menyelenggarakan suatu kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pendewasaan Usia Pernikahan bagi kalangan remaja di Jawa Timur sebagai bentuk partisipasi aktif untuk mengkampanyekan atau mensosialisasikan pentingnya kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia pernikahan sehingga dapat dipahami oleh seluruh masyarakat.

Desa Kalangketi Badan Pemberdayaan Masyarakat, kegiatan Pusat Informasi Konseling (PIK) remaja, dengan mengundang peserta dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana,Babinsa,Babinkamtibmas dan berbagai perwakilan tiap tiap Rt yg masih sekolah SMP dan SMA, Karang Taruna dengan jumlah keseluruhan 60 peserta. Disamping itu, narasumber yang menjadi pelatihan pada Pusat Informasi Konseling (PIK)
Kegiatan yang dibuka oleh Bpak Agus Wiyono Pjs Kepala Desa,dalam sambutannya menjelaskan,pusat informasi konseling remaja merupakan suatu wadah dalam program GENRE ( Generasi Berencana) yang dikelola dari dan oleh untuk remaja.
” saya ucapkan trimakasih kepada adik-adik yang terpilih menjadi perwakilan PIK,dengan mengikuti acara ini semoga dapat berbagi informasi kepada teman yang lain, curhat sesama teman lebih terbuka dari pada sesama orang tuanya sendiri,” terang Bapak Agus Wiyono

kemudian acara di lanjutkan ke Nara Sumber
Dijelaskan ibu Sunarti, petugas PLKB Kec Sukomoro,Tujuan dari program ini ialah untuk untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pelayanan informasi  dan konseling tentang remaja, mengingat kenakalan remaja banyak yang terjerumus pada lembah hitam, mereka adalah kalangan anak remaja dan pelajar, dari segi negatif mereka mempunyai rasa ingin tahu yang begitu besar tanpa memikirkan resiko kedepannya.
” tujuan PIK ini agar remaja terhindar dari triad KRR (Narkoba,seks bebas,HIV/AIDS dan Napsa) serta mencegah pernikahan dini,mengingat remaja sekarang sangat rentan dengan seks bebas dan narkoba.
kegiatan ini mempunyai sasaran terutama pada kalangan pelajar yang ada di Desa Kalangketi,menghindari penyakit masyarakat yang setiap saat dapat menjerumuskan generasi bangsa Indonesia.

implementasinya dari kegiatan PIK untuk membina para remaja, memahami bagaimana melakukan reproduksi itu dengan sehat dan benar  jangan sampai terjerumus pada hal yang negatif. jelas Bu Sunarti (tsr/ika)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar