Kamis, 07 Juni 2018

Bati Komsos Koramil 0804/05 Poncol Hadiri Perayaan Darmashanti Waisak Di Vihara Vimalakirti Dukuh Jurug Desa Poncol


Poncol, di Vihara vimalakirti Dukuh.Jurug Desa Poncol Kec.Poncol telah di laksanaka Perayaan Darmashanti Waisak Meskipun minoritas, umat Budha di Magetan tetap merayakan Waisak dengan khidmat. Perayaan memang cukup sederhana, namun umat Budha merasa bersyukur, karena mereka hidup rukun dan tenteram bersama kaum muslimin. Hadir dalam pelaksanaan Darmashanti Waisak   Kanwil Depag Budha Jatim : Bpk Satimin S.Pd. Kasi Trantib Kec. Poncol : Bpk Wagimun.  Polsek Poncol : Aiptu Gatot. Bati Komsos Koramil Poncol Peltu Suwarni. Kepala Desa Poncol Samsuhari. FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama ) Kab. Magetan. Seluruh Pandita dan Umat Budha Kab.Mgt , Madiun , dan Ponorogo. Jumlah undangan yg hadir 250 orang


Sambutan Kanwil Depag Budha Jatim Bpk : Satimin S.Pd. Pada Sore ini Kita bisa berkumpul di Dsn.Juruk Ds.Poncol Kec. Poncol dalam keadaan aman.  Saya selaku Pembimbing Masyarakat Budha Propinsi Jatim atau Gubernur umat Budha Jatim banyak mengucapkan Trima kasih Kepada Forkopimca Poncol yang telah hadir di acara ini.  Dalam kesucian yang Sempurna Selama ada kebencian di dalam tubuh kita akan kesulitan untuk mencapainya.saya harapkan pada Umat Budha yang ada di sini saya mohon menghormati Umat Muslim yang sedang menjalankam Puasa. Darma Santi Waisak ini Hari Raya Umat Budha, Perayaan yang agung debagai Pengingat ,Maka sangat sayang sekali kalau umat Budha tidak bisa memperingati. Saya mengharapkan kepada Umat Budha supaya bisa membinbing Anak istri dan Keluarganya ke Jalan yang benar. Saya Ucapkan Trima kasih Kepada Panitia bisa mengumpulkan Umat Budha Se banyak ini mudah"an tiap Tahun bisa di laksanakan Kegiatan seperti ini.

Bati Komsos Koramil 0804/05 Poncol Pelda Suwarni  dalam sambutanya menyampaikan Tahun ini adalah Tahun Politik dan sebentar lagi terselenggaranya Pemilihan Kepala Daerah , dan Tahun depan di laksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden,Saya mengharapkan Kepada Bapak / Ibu semua Mari kita Sukseskan kita dukung, dalam terselenggara Pilkada bisa berjalan dengan tertib dan aman.   Kita tahu Akhir"ini di Negara kita Khususnya di Surabaya telah terjadi Bom Bunuh diri yang melibatkan anak"di bawah umur, mengakibatkan Anak"dan orang Dewasa yang tidak berdosa meninggal dunia. Maka dari itu Saya mengharapkan Kepada bapak ibu Semua mari kita menjaga Keamanan  dan Ketertiban di Negara kita ini kususnya Kec.Poncol ,Jangan Sampai Kejadian di Surabaya terjadi di sini. Kita harus Saling menghormati ,Menghargai dengan Pemeluk agama yang satu dengan yang lain, karna Negara kta Berdasarkan Pancasila tidak boleh memaksakan kehendak untuk memeluk suatu Agama dan jangan sampai kita mau dipecah belah /di adu Domba oleh Orang "yang tdk tanggung jawab dg tujuan untuk menghancurkan Negara kita kususnya Kab Mgt . Maka dari itu mari kita bersama"Bersatu untuk menjaga Keamanan dan ketertiban di Negara kita ini Kususnya Kab.Magetan dan Kec.Poncol.Karna menjaga Keamanan tdk bisak di laksanakan oleh TNI /POLRI  Sendiri tanpa keterlibatan Masyarakat.jadi Keamanan menjadi tugas dan tanggung jawab Seluruh Bangsa Indonesia Tanpa Pandang bulu.

Umat Budha yang merayakan hari raya Waisak di Vihara Vimalakirti Dukuh Jurug Desa Poncol Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Mereka melaksanakan peribadatan secara khidmat di sebuah Vihara yang ada di lereng bukit. Meskipun sedikit, namun umat Budha di Poncol tidak melupakan perayaan hari Waisak. Memang mereka merayakannya tidak semeriah di daerah lain. Jjomo Pandita agama Budha Magetan menyatakan, tidak sekedar perayaan tentunya, namun diharapkan umat Budha bisa meresapi dan merealisasikan makna waisak ke 2559 ini. Yakni, dharma pelindung dunia, atau terciptanya rasa malu dan takut saat melakukan perbuatan salah, baik melalui pikiran, ucapan dan jasmani. Di Poncol, lebih 58 kepala keluarga yang menganut agama Budha. Selama berpuluh-puluh tahun, mereka hidup bersama di kampung yang mayoritas muslim. Namun tak pernah ada satupun gesekan yang mengatasnamakan perbedaan agama atau keyakinan. Justru mereka hidup rukun dengan gotong royong. (MDC0804)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar